Monday, November 17, 2014

Berita Hacker : Kisah 'teroris' pro-rakyat yang jadi simbol protes era modern



Berita Hacker : Kisah 'teroris' pro-rakyat yang jadi simbol protes era modern
Tanggal 05 November 2014 kemarin adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak anggota hacktivist di seluruh dunia. Kenapa demikian dan kenapa penggunaan tanggal tersebut mengacu pada seorang pria bernama Guy Fawkes?

Setiap tanggal 05 November, tidak sedikit dari masyarakat Inggris yang menyalakan api unggun dan kembang api untuk menandai hari dieksekusinya seorang pria yang disebut teroris dari kelompok Katolik Roma oleh pemerintah Inggris di abad ke-17 bernama Guy Fawkes atau Guido Fawkes.

Tidak hanya sebagai penanda itu saja, kelompok hacktivist yang menamakan diri mereka Anonymous juga menjadikan hari tersebut sebagai hari yang sangat bersejarah sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap tirani dan pemerintah yang tidak pro dengan masyarakat.

Awal kisah bermula dari aksi yang dilakukan beberapa orang yang ingin meledakkan gedung parlemen (House of Lords) pada tahun 1605. Secara matang, kelompok itu merancang setiap hal secara detailnya dan Guy Fawkes terpilih sebagai seorang yang menyalakan sumbu peledaknya.

Ada sekitar 36 barel mesiu ditanam di bawah gedung parlemen pada waktu itu. Sayangnya, sebelum Guy berhasil menyalakan sumbu peledak tersebut, dia ditangkap pihak berwenang karena ternyata plot atau skema serangan dan sabotase itu bocor dan diketahui pihak kerajaan.


Guy mendapatkan siksaan berat dan dituduh sebagai pengkhianat negara tingkat tinggi pada bulan januari 1606. Walaupun dia sangat menderita namun semangatnya untuk merontokkan tirani pemerintah yang sewenang-wenang terhadap rakyat tidak pernah padam. Bahkan di ujung waktu eksekusinya, Guy memberontak dan menjatuhkan diri dari tiang gantungan yang mengakibatkan dia meninggal dengan patah leher.

Setelah kematian Guy, kerajaan Inggris menyuruh setiap warganya untuk melakukan pembakaran patung Guy Fawkes disertai dengan pesta kembang api sebagai penanda kemenangan pemerintah atas serangan teroris. Bahkan, di sekolah-sekolah dasar, ada satu sajak yang bertuliskan, "Remember, remember the fifth of November," harus dihafalkan.

Lama berselang, pada tahun 1980 an, seorang penulis novel grafis bernama Alan Moore dan David Lloyd menciptakan sebuah komik strip bertemakan seorang dengan jubah hitam, bersenjata serta menggunakan topeng yang sedikit mirip dengan wajah Guy Fawkes, muncul melawan pemerintahan sebuah negara otorites fasis, berjudul "V for Vendetta."

Pada tahun 2006, komik tersebut dibuat ulang dengan sedikit menyimpang dari aslinya. Tanpa disangka, popularitas komik Vendetta ini meledak dan banyak disukai berbagai kalangan.

 Bersamaan dengan popularitas topeng Guy Fawkes dan komik Vendetta tersebut, sebuah forum bernamakan 4Chan mempopulerkan nama Anonymous di internet. Dari nama tersebut dipadu dengan sejarah Guy, topengnya, komik Vendetta yang pro-rakyat, internet, hacking dan perlawanan terhadap tirani pemerintahan dan kelompok tertentu, muncullah kelompok yang menamakan diri mereka Anonymous.

Kelompok ini tidak memiliki kantor pusat, pimpinan utama, atau bagan terstruktur lainnya. Dengan tagline, "Siapapun dapat menjadi Anonymous apabila memiliki pemikiran sama yaitu memerangi otoritas, tirani dan kesewenang-wenangan pihak/kelompok/pemerintah tertentu."

Dari situlah akhirnya, semangat Guy Fawkes memerangi ketidakadilan diteruskan oleh Anonymous. Dan topeng Guy Fawkes ini dijadikan sebagai simbol perlawanan dan protes di era modern.

Dan setiap tahunnya, Anonymous di seluruh dunia beserta afiliasinya menggelar aksi yang mereka namakan Million Mask March dengan hashtag khusus #MillionMaskMarch yang tersebar di jejaring sosial.

Sumber:www.merdeka.com

Bagikan

Jangan lewatkan

Berita Hacker : Kisah 'teroris' pro-rakyat yang jadi simbol protes era modern
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Terimakasih telah memberi komentar di sonirivaldi.blogspot.com