Thursday, May 26, 2016

Tampilan Hacker Cantik Mirip Supermodel Seksi


Jika masih mengira tampilan hacker atau peretas itu culun dan bergaya geek, Anda pasti tak mengira jika wanita seksi asal Tiongkok ini salah seorangnya. Wanita yang memakai nama samaran Sexy Cyborg ini memiliki tubuh jenjang, rambut panjang, dan payudara kencang.

Sexy Cyborg ini tak memakai kacamata tebal, baju tertutup rapat, dan membawa setumpuk buku. Malah ia senang memakai bodycon dress yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dan high heels yang membuat tubuh proporsionalnya makin sensual.


Ya, penampilan fisik dan busana 'Sexy Cyborg' ini jauh dari kesan dramatis layaknya seorang peretas. Peretas seksi ini mengklaim dirinya mampu menerobos barisan pengamanan dengan penampilan tubuh bagian atasnya.

Setelah itu, jangan terlalu fokus memandang bentuk tubuh dan paras cantiknya. Karena di balik busananya tersimpan beberapa peralatan canggih untuk membobol sistem keamanan. Dengan penampilannya, 'Sexy Cyborg' yang enggan mengungkap identitas aslinya ini berhasil menciptakan kharisma yang berbahaya pada dirinya.


Setelah diperhatikan lebih detail, perhatikan bagian sepatu heels yang dikenakannya. Peretas ini meletakkan perangkat canggih untuk membobol sistem keamanan.

Ia mengaku, untuk menembus barisan pengamanan saat memata-matai perusahaan, akan sangat sulit jika menempatkan alat-alat canggihnya pada tas, pulpen, atau handphone karena mudah terdeteksi. Wanita berwajah oriental ini lebih memilih menggunakan heels sebagai tempat persembunyian perangkat canggihnya.


Sexy Cybor terinspirasi dari metode yang digunakan serial Mr. Robot asal Amerika Serikat. Sepatu yang dirancangnya sendiri membantu kinerjanya sebagai peretas dan mata-mata.


sumber:www.liputan6.com
Baca selengkapnya

Tuesday, May 24, 2016

Berhasil Ungkap Celah Facebook, Pria ini Dihadiahi Rp 131,5 Juta


California - Seorang peretas bernama Orange Tsai mendapatkan hadiah senilai US$ 10.000 atau sekitar Rp 131,5 juta atas keberhasilannya mengungkap celah backdoor Facebook.

Dilansir dari laman Digital Trends, Rabu (27/4/2016), sebelumnya melalui program Facebook Bug Bounty, jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu menawarkan hadiah kepada para hacker yang bisa meretas sekaligus mendokumentasikan masalah pada sistem maupun laman Facebook.

Orange Tsai bekerja untuk Devcore, sebuah perusahaan di Taiwan. Tsai kemudian memublikasikan secara rinci bagaimana dirinya membongkar celah keamanan Facebook dalam laman perusahaan.

Singkatnya, Tsai berhasil mengungkap celah Facebook dengan cara menyusup ke server milik staf Facebook. Begitu sudah masuk ke server, ia menemukan backdoor yang ditinggalkan oleh hacker lainnya dengan kode yang bisa mengeksploitasi data staf Facebook.

Kemudian, pihak Facebook pun meneliti laporan yang dibuat Orange Tsai. "Kami menetapkan bahwa aktivitas Orange Tsai terdeteksi dari peneliti lainnya yang juga ikut berpartisipasi dalam program Bug Bounty kami,"kata Security Engineer Facebook Reginaldo Silva.

Silva menjelaskan, tidak ada satupun dari para peserta yang bisa meretas bagian lain dari infrastruktur Facebook sehingga diputuskan ada kemenangan ganda.

Dua orang peneliti yang dinilai kompeten masuk ke celah Facebook serta melaporkan apa yang ditemukannya pada pihak Facebook kemudian mendapatkan hadiah.

Jadi, hadiah yang diterima Orange Tsai berkat upayanya membobol server Facebook dan melacak jejak peretas lainnya. Tidak hanya hadiah senilai Rp 131,5 juta, Tsai pun mendapatkan ucapan terima kasih dari perusahaan bermarkas di Menlo Park itu


sumber:www.liputan6.com
Baca selengkapnya

Hacker Gasak Rp 173 Juta dari Mesin ATM dalam 2 Jam


Saat ini, fitur keamanan perbankan, khususnya melalui internet, menjadi salah satu perhatian utama. Tak jarang hal ini menjadi sasaran empuk para peretas.

Karena itu, perusahaan mulai menyediakan fitur keamanan untuk menjamin keamanan para nasabah. Di sisi lain, para peretas selalu menemukan cara yang lebih ampuh untuk membobol sistem keamanan perbankan.

Salah satunya terjadi baru-baru ini di Jepang. Kabar terbaru menyebutkan hacker berhasil membobol uang sebesar US$ 12,7 juta atau sekitar Rp 173 juta dari sebuah mesin ATM hanya dalam waktu dua jam.

Saat ini proses investigasi masih dilakukan. Namun, sejauh ini diperkirakan peretas menggunakan kartu kredit kloning untuk membobol mesin ATM tersebut.

Dikutip dari laman Ubergizmo, Selasa (24/5/2016), kepolisian setempat memperkirakan para hacker mencuri data dari bank Afrika Selatan dan menggunakannya untuk mencetak kurang lebih 1.600 kartu kredit palsu.

Kartu itu yang kemudian digunakan untuk menarik uang dalam jumlah maksimal, yakni 100.000 yen yang dilakukan sampai 14 ribu kali transaksi. Polisi menduga ada sekitar 100 orang yang terlibat dalam pencurian ini.


Otoritas di Jepang dan Afrika Selatan disebut telah berkoordinasi dengan Organisasi Kepolisian Internasional untuk mencari pelaku yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Para pelaku diduga menggunakan skimmer untuk mencuri data dari kartu kredit sebelum memperbanyaknya untuk melakukan aksi pencurian.

Salah satu fakta yang mencenangkan dari kasus ini adalah orang-orang yang ada di dalam data bank Afrika Selatan yang dicuri tersebut tak pernah mengunjungi Jepang.

Sebelumnya, kasus pencurian oleh peretas sempat menimpa Bank Sentra Bangladesh beberapa waktu lalu. Pembobol berhasil mencuri sekitar US$ 81 juta atau sekitar Rp 1,06 triliun melalui serangkaian transfer di Federal Reserve Bank of New York.

Setelah peristiwa itu, Gubernur Bank Sentral Bangladesh, Atiur Rahman mengundurkan diri. Bangladesh sendiri segera mengumpulkan tim ahli siber yang percaya pembobolan melalui dunia maya bisa dilakukan.


sumber:www.liputan6.com
Baca selengkapnya